blog wirausaha wirausahawan,sohupakmet iqbal indonesia indonesia SOHUPAKMET: Wirausaha dalam islam
loading...

SOHU mini

SOHU

Kamis, 25 Juni 2020

Wirausaha dalam islam


Dalam Islam di dalam bidang ekonomi ada Al-Mudharabah (bagi hasil) yang man ini bisa menjadi salah satu solusi untuk bisnis skala kecil maupun besar, terlebih lagi untuk orang yang:

1.Punya skill (kemampuan) dan pengalaman tetapi tidak punya modal.

2.Punya modal tapi tidak memiliki skill dan pengalaman tetapi juga menginginkan keuntungan.

3.Orang yang tidak punya kedua hal di atas, tetapi bisa diajak bekerja dan bekerjasama.

Al-Mudharabah (bagi hasil) memiliki lima unsur penting (rukun), yaitu:

1.Al-Mudhaarib (pemilik modal/investor) dan Al-‘Amil (pengusaha bisnis)

1.Shighatul-aqd (yaitu ucapan ijab dan qabul/serah terima dari investor ke pengusaha)

3.Ra’sul-maal (modal)

4.Al-‘Amal (pekerjaan)

5.Ar-Ribh (keuntungan)

Di dalam Al-Mudharabah, Al-Mudhaarib (investor) menyerahkan ra’sul-maal (modal) kepada Al-‘Amil (pengusaha) untuk berusaha, kemudian keuntungan dibagikan kepada investor dan pengusaha dengan prosentase (nisbah) yang dihitung dari keuntungan bersih (ar-ribh).

Pengusaha tidak mengambil keuntungan dalam bentuk apapun sampai modal investor kembali 100 %  baru membagi keuntunga sesuai  yang disepakati.

kedua belah pihak berpotensi untuk untung  atau rugi. Jika terjadi kerugian, maka investor kehilangan/berkurang modalnya, dan untuk pengusaha tidak mendapatkan apa-apa.

Investor bisa menuntut pengusaha apabila ternyata pengusaha:

1.Tafrith (menyepelekan bisnisnya dan tidak bekerja semestinya)
Seperti : malas bekerja

2.Ta’addi (menggunakan harta di luar kebutuhan usaha)
seperti: modal usaha dipakai untuk hal lain

Selanjutnya
SOHU ( Sakti cOrporation in Heart of Universal )













Penjelasan bagi hasil dalam islam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

});