blog wirausaha wirausahawan,sohupakmet iqbal indonesia indonesia SOHUPAKMET: Buruh dan Wirausahawan
loading...

SOHU mini

SOHU

Senin, 04 Mei 2020

Buruh dan Wirausahawan


Bagaimana cara memulai gagasan/ide menjadi suatu produk yang berguna dan di minati di masyarakat sebagai usaha sampingan atau bahkan usaha utama yang mendorong terciptanya lapangan usaha baru untuk mengurangi pengangguran sekitar tempat anda.

Sering terlintas di benak anda rasa ragu bahkan takut gagal ketika akan mencoba membuat produk baru atau inovasi dari produk yang telah ada,perasaan inilah yang membuat seseorang tidak berkembang lebih maju.
Perlunya daya pikir yang kreatif dan berani mencoba membuat hal baru yang nantinya akan di kembangkan secara perlahan tidak ada namanya sekali mencoba langsung berhasil dan kegagalan pertama bukan berarti akan gagal seterusnya
Kata Pepatah "ketika mengalami kegagalan 99x bukan berarti yang selanjutnya akan gagal juga yakinlah yang ke 100 pasti berhasil".

Cenderung orang saat gagal mereka menghentikan melanjutkan apa yang mereka coba padahal selangkah lagi berhasil.
Rasa kesal , putus asa ,sia-sia apa yang telah di coba gagal berulang-ulang tapi sesungguhnya di percobaan selanjutnya keberhasilan telah menunggu apa daya perasangka buruk dari diri sendiri lah yang menjadi penghambat keberhasilan
Ini juga merupakan pengalaman pribadi berniat menjadi wirausahawan sukses karena kegagalan saat pembuat produk baru akhirnya saya malah kerja ikut orang  dan melupakan impian awal.

Beberapa tahun berlalu tidak ada perkembangan
 terus melakukan kerja itu-itu saja karena :

1.kalau kerja dapat uang kalau libur tidak dapat uang
2.uang yang di dapat sudah pasti
3.pekerja harian jumlah uang telah ditentukan berdasarkan upah daerah
4.pekerja borongan semakin cepat semakin banyak uang yang di dapat
5.tidak perlu memikirkan laku/tidak lakunya produk yang dikerjakan
6.sistem kontrak/pekerja tetap tak perlu menciptakan/ mencari lapangan lerja baru kecuali dirasa kurang cocok
7.mendapat uang tambahan bisa dari tunjangan,THR,pesangon, dll
8.drajatnya dipandang lebih tinggi
Karena kerja ikut negara/buruh pabrik daripada menjadi wirausahawan pas-pasan
9.mencari uang pinjaman lebih mudah saat terdesak karena tertolong nama instansi tempat kita kerja
10.di mata orang kekayaan lebih banyak karena lembaga/instansi telah memiliki nama.

Namun masyarakat menyepelehkan para wirausahawan ada keunggulan juga kelemahannya yakni :

1.kerja/tidak kerja tetap menerima uang (untuk yang telah sukses)
2.uang yang diperoleh lebih banyak tpi terkadang juga tidak sesuai harapan
3.tidak terpaku pada sistem kerja (kontrak/paten) karena usaha milik sendiri
4.produk setiap hari pasti laku untuk produk makanan/minuman untuk produk non pangan terkadang ada tidak laku
5.menciptakan lapangan kerja baru bagi diri sendiri atau pengangguran lain
6.kebanggaan karena bukan mendapat THR tapi memberi THR/Tunjangan kepada yang lain
7.drajat sosial sering di pandang sebelah mata bagi para pemula wirausaha namun bagi yang sukses di anggap lebih berwibawa
8.terkadang mencari pinjaman untuk tambahan modal sulit di hawatirkan tidak sanggup membayar jika produk tidak laku
9.jumlah kekayaan banyak berbentuk bahan dasar dan alat produksi
10.uang berputar tiap hari bisa juga perminggu,bulanan berbeda dengan kerja di instansi yang harus menunggu tiap awal bulan.

Bagi seseorang yang masih sendiri/sudah berkeluarga mencari kerja di instansi lebih terjamin kehidupannya tapi ini hanya untuk yang punya skill dan pendidikan tertentu
Tapi bagaimana untuk orang yang tidak mempunyai skill dan pengetahuaan yang cukup?
Mereka cenderung mencari kerja seadanya/mungkin membuka usaha sendiri.
Jangan lupa baca artikel lainnya

Selanjutnya di SOHU (Sakti cOrporation in Heart of Universal)

Masalah awal memulai usaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

});